Sejarah Kerajaan Ternate
Pada awal suku Ternate dipimpin oleh para momole. Setelah
membentuk kerajaan jabatan pimpinan dipegang seorang raja yg disebut Kolano.
Mulai pertengahan abad ke-15, Islam diadopsi secara total oleh kerajaan &
penerapan syariat Islam diberlakukan. Sultan Zainal Abidin meninggalkan
gelar Kolano & menggantinya dengan gelar Sultan.
Para
ulama menjadi figur penting dlm kerajaan. Setelah Sultan sebagai pemimpin
tertinggi, ada jabatan Jogugu [perdana menteri] & Fala Raha sebagai para penasihat.
Fala Raha atau Empat Rumah ialah empat klan bangsawan yg menjadi tulang
punggung kesultanan sebagai representasi para momole pada masa lalu, masing
-masing dikepalai seorang Kimalaha. Mereka antara lain ; Marasaoli,
Tomagola, Tomaito & Tamadi. Pejabat -pejabat tinggi kesultanan umumnya
berasal dari klan -klan ini. Bila seorang sultan tak memiliki pewaris maka
penerusnya dipilih dari salah satu klan. Selanjutnya ada jabatan -jabatan lain
Bobato Nyagimoi se Tufkange [Dewan 18], Sabua Raha, Kapita Lau, Salahakan,
Sangaji dll. Untuk lebih jelasnya lihat Struktur organisasi kesultanan Ternate.
Pulau Gapi [kini Ternate] mulai ramai di awal abad ke-13, penduduk Ternate awal
merupaken warga eksodus dari Halmahera. Awalnya di Ternate terdapat 4 kampung yg
masing-masing dikepalai oleh seorang momole [kepala marga], merekalah yg
pertama -tama mengadakan hubungan dengan para pedagang yg datang dari segala
penjuru mencari rempah -rempah.
Penduduk
Ternate semakin heterogen dengan bermukimnya pedagang Arab, Jawa,
Melayu & Tionghoa. Oleh karena aktivitas perdagangan yg semakin ramai
ditambah ancaman yg sering datang dari para perompak maka atas prakarsa momole
Guna pemimpin Tobona diadakan musyawarah untuk membentuk suatu organisasi yg
lebih kuat & mengangkat seorang pemimpin tunggal sebagai raja. Tahun 1257
momole Ciko pemimpin Sampalu terpilih & diangkat sebagai Kolano [raja]
pertama dengan gelar Baab Mashur Malamo [1257-1272].
Kerajaan
Gapi berpusat di kampung Ternate, yg dlm perkembangan
selanjutnya semakin besar & ramai sehingga oleh penduduk disebut juga
sebagai “Gam Lamo” atau kampung besar [belakangan orang menyebut Gam Lamo
dengan Gamalama]. Semakin besar & populernya Kota Ternate, sehingga
kemudian orang lebih suka mengatakan kerajaan Ternate daripada kerajaan Gapi.
Di bawah pimpinan beberapa generasi penguasa berikutnya, Ternate berkembang
dari sebuah kerajaan yg hanya berwilayahkan sebuah pulau kecil menjadi kerajaan
yg berpengaruh & terbesar di bagian timur Indonesia khususnya Maluku.
Kerajaan Gapi atau yg kemudian lebih dikenal sebagai Kesultanan Ternate
[mengikuti nama ibukotanya] ialah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Maluku
& merupaken salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara.
Didirikan
oleh Baab Mashur Malamo pada 1257. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di
kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 sampai abad ke-17. Kesultanan Ternate
menikmati kegemilangan di paruh abad ke -16 berkat perdagangan rempah-rempah
& kekuatan militernya. Di masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah
Maluku, Sulawesi utara, timur & tengah, bagian selatan kepulauan Filipina
sampai sejauh Kepulauan Marshall di pasifik.
Semula
di Maluku terdapat 4 buah kerajaan. yaitu Ternate. Tidore. Bacan dan Jailolo.
Antara ke 4 kerajaan itu selalu terjadi perselisian untuk memperebutkan daerah
penghasil rempah-rempah (= cengkeh, pala dan fuli). Akhirnya kerajaan
Ternatelah yang memegang kedudukan penting. Bandar Ternate menjadi pusat
perdagangan rempah- rempah di Maluku Utara.
Agama
Islam tersiar masuk abad 15. Sejak dulu pedagang-pedagang
dari Indonesia Barat khususnya dan Jawa banyak yang datang berdagang di Maluku.
Mereka membawa barang-barang kebutuhan rakyat, seperti: beras.gula merah,
garam, dan textil. Sebaliknya pedagang-pedagang itu membeli rempah-rempah untuk
diperdagangkan ke bandar- bandar di sekitar Selat Malaka. Sambil berdagang
mereka juga menyebar atau mengsiarkan agama Islam di Maluku. Setelah disana
banyak penganut agama Islam, banyak pemuda yang dikirimkan ke Jawa Timur untuk
memperdalam menyempurnakan ilmu agamanya.
Adapun
raja Ternate yang pertama-tama menganut agama Islam ialah Sultan
Marhum (1465 - 1486). Sejak itu Ternate menjadi pusat Islam di Maluku.
Pada akhir abad-16 agama Islam tersiar hingga Mindanao (Philipina Selatan),
karena Mindanao menjadi daerah kekuasaan Ternate.
Sejarah
Kerajaan Ternate atau Sejarah Kesultanan Ternate|Mengulas
Sejarah Indonesia zaman Kerajaan dimana kesultanan atau kerajaan ternate,
dibahas dalam 6 point yakni Agama islam tersiar masuk abad 15, Persaingan
Ternate-Tidore, Hubungan Ternate dengan orang Portugis, Persaingan
Portugis-Spanyol di maluku, Rakyat Ternate Mengusir orang portugis, Masa
Kebesaran Kerajaan atau Kesultanan Ternate dan Keruntuhan Kerajaan Ternate,
Kerajaan Ternate merupakan kerajaan yang terletak di maluku, kerajaan ternate
merupakan penghasil rempah-rempah seperti cengkeh, paladan fuli, Kerajaan
ternate merupakan kerajan islam dan raja pertama yang menganut agama islam
dalam sultan marhum, Kerajaan ternate terkenal juga dalam sejarahnya mengusir
Portugis dari maluku membuat kerajaan-kerajaan di maluku menjadi besar dan
diganggu oleh portugis.

Comments
Post a Comment