Skip to main content

Posts

Caleg dan Idin

ADA CALEG, ADA IDIN “woka-woka ma pila poga No waje jang si no piara Maluri dengo campaka No waje ira si no sihata” (Doro Bololo) PEMILIHAN calon legislatif  tak lama lagi akan mengguncang panggung pesta demokrasi Maluku Utara. Persiapan kandidat sudah mulai terlihat dari pemasangan baliho yang terpapar di papan iklan setiap sudut Kota dan Kabupaten di Maluku Utara. Persiapan visi dan misi menjadi nyanyian khas bagi kandidat untuk menarik perhatian masyarakat sebagai bentuk kekuatan  dalam berpolitik. Demokrasi adalah hak dimana rakyat bisa berpartisipasi dalam menentukan kebijakan. Penentuan kebijakan ini berupa perwakilan rakyat dalam legislatif dan bagi rakyat yang lain berpartisipasi untuk memilih wakil rakyat mereka. kebijakan umum ini ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana di mana terjadi “kebe...
Recent posts

DI ANTARA TAHTA DAN HARTA

 KADATONG : DI ANTARA TAHTA DAN HARTA “Tarate sio Tarate Tarate ruru masaya roriha Tarnate sio Tarnate Tarnate ri’uwa doka sosira” Artinya  : “Taratai wahai Taratai Tarate hanyut kembangnya merah Tarnate wahai Tarnate Ternate tidak seperti dahulu” Pantun (Sastra lisan orang Ternate)  KADATONG  adalah sebutan untuk tempat sultan yang berada Moluku kie raha (Maluku utara), salah satu diantaranya berada di kota Ternate, yaitu kadatong kesultanan Ternate. Kesultanan ternate sendiri merupakan instrumen kebudayaan atau lembaga adat yang berjalan sesuai dengan syariat Islam, kesesuaian tersebut dapat di lihat dari kalimat “Adat ma toto Agama, Agama ma toto Kitabbullah se Hadist Rasullah, ma toto se Jou Allah Ta’ala” (Adat bersandarkan pada Agama, Agama bersandarkan pada Al-quran dan hadist Rasulullah, serta bersandarkan kepada Allah SWT).   Kadatong kesultanan Ternate terletak di pesisir pantai pulau Ternate, sebelah utara pusat kota. K...

tarian-tarian khas maluku utara

1.       Tari Cakalele Tarian Cakalele adalah tarian perang yang saat ini lebih sering dipertunjukan untuk menyambut tamu agung maupun untuk acara yang bersifat adat. Cakalele merupakan tarian tradisional Maluku yang dimainkan oleh sekitar 30 laki-laki dan perempuan. Para penari cakalele pria biasanya menggunakan parang dan salawaku sedangkan penari wanita menggunakan lenso/sapu tangan. Cakelele merupakan tarian tradisional khas Maluku. Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang parang di sisi kanan dan tameng/salawaku di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sementara, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan lenso/sapu tangan di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk/ tifa, suling, dan kerang besar yang d...

Sejarah Kerajaan Ternate

Sejarah Kerajaan Ternate Pada awal suku Ternate dipimpin oleh para  momole . Setelah membentuk kerajaan jabatan pimpinan dipegang seorang raja yg disebut Kolano. Mulai pertengahan abad ke-15, Islam diadopsi secara total oleh kerajaan & penerapan syariat Islam diberlakukan.  Sultan Zainal Abidin  meninggalkan gelar Kolano & menggantinya dengan gelar Sultan. Para ulama menjadi figur penting dlm kerajaan. Setelah Sultan sebagai pemimpin tertinggi, ada jabatan Jogugu [perdana menteri] & Fala Raha sebagai para penasihat. Fala Raha atau Empat Rumah ialah empat klan bangsawan yg menjadi tulang punggung kesultanan sebagai representasi para momole pada masa lalu, masing -masing dikepalai seorang Kimalaha. Mereka antara lain ; Marasaoli, Tomagola, Tomaito & Tamadi. Pejabat -pejabat tinggi kesultanan umumnya berasal dari klan -klan ini. Bila seorang sultan tak memiliki pewaris maka penerusnya dipilih dari salah satu klan. Selanjutnya ada jabatan ...